Maling Motor di Kompleks DPR Sembunyi di Rumah Pacar

Kompas.com - 08/11/2012, 21:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Unit Reskrim Polsek Pesanggrahan, Jakarta Selatan, membekuk Wandi (39), pelaku pencurian sepeda motor di Kompleks DPR  Ulujami, Jaksel. Ia diamankan dari rumah pacarnya di Tegal, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2012) dini hari.

"Aksi pelaku diketahui dari rekaman kamera CCTV (pemantau) di lokasi kejadian," ujar Ajun Komisaris  Nurdin AR saat dihubungi wartawan.

Dalam rekaman kamera pemantau terlihat seorang pria yang melakukan aksi pencurian sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi B 3885 SAX. Pria tersebut kemudian terindentifikasi sebagai Wandi, yang tak lain adalah mantan sopir pribadi korban, SM, anggota Komisi III DPR.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada 19 Oktober lalu. Unit Reskrim Polsektro Pesanggrahan lantas melakukan pengembangan penyelidikan untuk menelusuri keberadaan Wandi.

"Kami kembangkan ke Kemang dan Depok, akhirnya dapat informasi tersangka berada di Tegal," ucap Nurdin.

Petugas pun langsung meluncur ke Tegal. Wandi ditangkap di rumah pacarnya tanpa perlawanan.

Dari keterangannya, petugas kemudian berangkat ke Purbalingga, Jateng, untuk mengamankan barang bukti sepeda motor. Pelaku bersama barang bukti akhirnya dibawa ke Jakarta.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau